Film Bumi Manusia, Kisah Pengorbanan Kaum Pribumi di Era Kolonial

NU Online Jombang,
Bumi manusia ialah film yang rilis pada 15 agustus 3 tahun silam. Film yang diadaptasi dari judul buku yang sama ini ialah karya sastrawan besar, Pramoedya Ananta Toer.

Film ini menceritakan seputar penjajahan era kolonial yang dibungkus cukup apik, dibumbui dengan asmara beda golongan yang kental dengan feodalisme.

Film yang dibintangi Iqbal Ramadhon ini mengisahkan pemuda Jawa bernama Minke yang belajar di sekolah untuk orang-orang Eropa, HBS. Orang-orang slot demo mahjong ways 2 Indonesia yang boleh berguru di HBS hanya dari kalangan ningrat atau pejabat. Minke dapat sekolah di HBS juga sebab masih ialah keturunan Bupati.

Minke sebenarnya bukan nama orisinil. Dia memperoleh julukan Minke yang ialah plesetan dari kata monkey yang berarti kera. Nama orisinil Minke sendiri ialah Tirto Adhi Soerjo.

Minke jatuh hati pada Annelies yang ialah si kecil seorang gundik Belanda yang bernama Nyai Ontosoroh. Tokoh Annelies sendiri diperankan oleh Mawar De Jongh.

Tetapi Nyai Ontosoroh berstatus sebagai istri simpanan orang Belanda, Mellema. Kedudukan Nyai Ontosoroh yang diperankan oleh Inne Febriyanti hal yang demikian dilihat rendah, malahan kala itu disamakan dengan hewan peliharaan.

Di sisi lain, pertemuan dengan Nyai Ontosoroh justru membuka pandangan Minke seputar dunia Eropa. Nyai Ontosoroh menampilkan konfrontasi terhadap penindasan yang membuat Minke terpukau.

Perlawanan Nyai Ontosoroh mulai terlihat dikala status pengasuhan Annelies digugat pengadilan kolonial. Relasi Minke dan Annelies juga memperoleh penolakan dari berjenis-jenis pihak. Salah satunya ayah Minke yang ialah seorang bupati. Minke dan Annelies malahan seharusnya berhadapan dengan undang-undang bangsa kolonial dikala memperjuangkan cinta mereka.

Hanung Bramantyo sebagai sutradara Bumi Manusia mengaku ingin menghidupkan nama sastrawan Pramoedya Ananta Toer di tengah generasi muda. Sebab tidak banyak si kecil muda zaman sekarang yang membaca novel atau mengetahui Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan besar yang malahan diakui dunia.

Lewat film Bumi Manusia, penonton dapat meneladani Nyai Ontosoroh dalam memperjuangkan keadilan. Penonton juga dapat sekalian belajar sejarah di era kolonial.

Related Post