Ulasan Film Action Indonesia Bonnie: Film Aksi yang Menghadapi Tantangan

Film Indonesia jarang mengeksplorasi genre aksi dengan mendalam.

Namun, sineas Agus H Mawardy menetapkan untuk mengambil risiko dengan merilis film aksi berjudul Bonnie.

Bonnie mengisahkan seorang remaja perempuan bernama Bonnie (diperankan oleh Livi Ciananta) yang memiliki kesanggupan bela diri yang luar biasa.

Meskipun handal dalam beladiri, Bonnie sering terlibat masalah di sekolahnya sebab pertengkaran.

Konflik di sekolah bukan satu-satunya masalah yang dihadapinya, sebab keluarganya juga terlibat dalam konflik dengan gangster.

Selain ini membuatnya menjadi target pengejaran oleh musuh ayahnya, Paul (diperankan oleh Max Metino).

Premis film Bonnie membangkitkan slot depo qris ekspektasi tinggi bagi para penonton, namun sayangnya film ini tidak cakap memenuhi ekspektasi tersebut.

Cerita yang ditawarkan terasa datar, dan konflik baru benar-benar terbuka saat Paul menemukan Bonnie.

Bagi sebuah film aksi, Bonnie terlalu konsentrasi pada adegan pertengkaran tanpa memberikan perhatian yang cukup pada pengembangan cerita.

Selain ini membuat film terasa monoton dan susah untuk menemukan energi yang wajib dimiliki oleh film aksi.

Meskipun ceritanya yang kurang kuat, pengambilan gambar yang kurang modern dan scoring yang kurang mendukung juga menjadi kelemahan film ini.

Dialog-dialog yang diterapkan sekali-sekali terdengar kuno dan kurang konsisten, sehingga mengganggu alur cerita.

Meskipun demikian, kita konsisten wajib mengapresiasi keberanian Agus H Mawardy yang mencoba mengangkat genre aksi dalam film Indonesia.

Namun, kembali lagi, sebuah film, apapun genre-nya, konsisten wajib memiliki naskah atau cerita yang kuat sebagai fondasi utamanya.

Related Post